Berikut adalah Tips Optimalisasi Gambar untuk Meningkatkan SEO (dan Traffic...
Ilmu Sidik Jari (Daktiloskopi) berasal dari bahasa Yunani yaitu Dactylos yang berarti jari-jemari dan scopein yang berarti mengamati atau meneliti, jadi dactyloscopi berarti mengamati atau meneliti sidik jari khususnya garis yang terdapat pada ruas ujung jari baik tangan maupun kaki untuk keperluan pengenalan kembali atau proses identifikasi seseorang.
Mengingat sidik jari ini sangat krusial dan melekat serta unik, maka kepolisian di seluruh dunia menjadikan daktiloskopi sebagai salah satu disiplin ilmu yang wajib dipelajari oleh penyelidik untuk mengidentifikasi korban dan untuk disimpan dalam database kepolisian. Contohnya seperti ketika Anda mengurus SKCK di kantor polisi, mereka akan minta sidik jari untuk dimasukkan ke dalam database.
Sidik jari itu kan lain-lain, namun dapat diklasifikasikan menjadi beberapa model yaitu right loop, left loop, whorl, arch dan tented arch.

Macam-macam sidik jari berdasarkan keperluannya.
a. Rolled-fingerprint
Rolled fingerprint merupakan cetakan sidik jari yang diambil secara memutar jadi hampir sampai punggung jari, sidik jari ini yang diambil kepolisian untuk dimasukkan dalam database. Jadi nilai informasinya lengkap
b. Plan-fingerprint
Sidik jari ini biasanya digunakan untuk kartu identitas, ijazah dan legalitas pemerintahan. nilai informasinya tidak selengkap Rolled-fingerprint.
c. Latent-fingerprint
Sidik jari ini yang ditemukan di tempat kejadian perkara, dan untuk melihatnya juga diperlukan tools khusus, misalkan menempel di dinding, pelatuk senjata dll. Sidik jari ini pula yang akan dicompare dengan rolled-fingerprint dalam database kepolisian untuk menyempitkan penyelidikan polisi. Sidik jari tipe ini seringkali tidak sempurna karena pada proses pencetakannya tidak disengaja (tertinggal di sebuah objek).
Pada mulanya identifikasi sidik jari hanya dilakukan oleh human-expert saja, namun saat ini mulai dikembangkan sisitem-sistem komputasi cerdas (Artificial Intelligence approach) yang digunakan untuk mengidentifikasi sidik jari.
Berikut ini contoh beberapa pendekatan komputasi untuk matching sidik jari.
1. Rule-based Approach
Rule-based Approach merupakan pendekatan yang lebih banyak digunakan para ahli daktiloskopi dalam melakukan identifikasi sidik jari, metode ini dilakukan dengan menggambarkan/membuat garis yang mengikuti pola guratan sidik jari aslinya dan menghitung masing-masing jarak pada pola guratan tersebut.
2. Syntactic Approach
Pendekatan Syntactic didiskripsikan dengan membuat terminal-terminal pada setiap perubahan alur guratan sidik jari yang didapatkan dari ekstrasi sidik jari serta memberikan tanda pada setiap titik perubahan tersebut.
3. Structural Approach
Metode pendekatan struktural didefinisikan dengan membagi sidik jari menjadi beberapa bagian sesuai dengan arah alur guratan sidik jari serta menghubungkan antar bagian-bagian tersebut.
4. Statistical Approach
Metode statistik mencocokan sidik jari dengan menghitung vektor yang didapatkan dari garis lurus yang ditarik untuk membagi setiap tipe guratan pada sidik jari.
5. Neural Network Approach
Beberapa penelitian yang menggunakan pendekatan jaringan syaraf berbasis pada multilayer perceptrons dan menggunakan elemen-elemen yang didapatkan dari ekstraksi dengan metode orientation image.
6. Combined Approaches/Multiple Classifier
Pendekatan ini merupakan gabungan dari beberapa pendekatan sebelumnya, pendekatan ini tercipta untuk melengkapi masing-masing kekurangan dari setiap pendekatan tunggal.
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua
Hubungi saya
Anda bisa menghubungi saya melalui website ini di sini
Add new comment